Senin, 04 Maret 2013

Q-tut

Hmmm, aku tidak menyalahkan pendapat abang Ifif dan abang Dano. Bagus sekali bisni Q-tut itu. Tetapi aku tak tau harus berkata dan bersikap apa. Kalian berkata demi orang tua demi orang tua. Kalian tidak sukses, masih ada orang tua tempat kalin berkeluh kesah. Masih ada orang yang akan memberi makan kalian. Tetapi aku  masih ragu dengan semua itu. Aku malas untuk bermimpi. Aku takut kecewa. Ku belum sanggup untuk menerima kenyataan jika aku harus kecewa. Aku muak dengan kalian. Menggunakan apa aku tak mengerti. Jangan kau takut-takuti aku. Ku ingin menjadi aku yang seperti ini. Bukannya ku tak ingin menjadi lebih baik. Tetapi solusinya itu berisiko yang tidak sedikit. Ku juga tertarik untuk ikut. Jauh dari yang pernah sodara-sodara bayangkan. Tetapi ku mantap, tidak untuk saat ini. Perjalanan hidupku tidak semudah yang sodara jelaskan. Bukannya ku menganggap itu hanya omong kosong. Tapi lihatlah. Lihatlah diriku sekarang. Ku juga punya rencana dalam hidupku. Ku tak ingin muluk-muluk tetapi juga tidak pesimis. Ku optimis dalam menatap masa depanku. insyaAllah. Amin.
Tetapi terima kasih atas semua informasi yang telah teman-teman sampaikan. Aku bahagia. Aku terharu jika teman memilihku untuk mendapatkan informasi itu.
Q-tut v team. 30 Juni 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar