Hmmm, aku tidak
menyalahkan pendapat abang Ifif dan abang Dano. Bagus sekali bisni Q-tut
itu. Tetapi aku tak tau harus berkata dan
bersikap apa. Kalian berkata demi orang tua demi orang tua. Kalian tidak
sukses, masih ada orang tua tempat kalin berkeluh kesah. Masih ada orang
yang
akan memberi makan kalian. Tetapi aku
masih ragu dengan semua itu. Aku malas untuk bermimpi. Aku takut kecewa.
Ku belum sanggup untuk menerima kenyataan jika aku harus kecewa. Aku muak dengan
kalian. Menggunakan apa aku tak mengerti. Jangan kau takut-takuti aku. Ku ingin
menjadi aku yang seperti ini. Bukannya ku tak ingin menjadi lebih baik. Tetapi
solusinya itu berisiko yang tidak sedikit. Ku juga tertarik untuk ikut. Jauh
dari yang pernah sodara-sodara bayangkan. Tetapi ku mantap, tidak untuk saat
ini. Perjalanan hidupku tidak semudah yang sodara jelaskan. Bukannya ku
menganggap itu hanya omong kosong. Tapi lihatlah. Lihatlah diriku sekarang. Ku
juga punya rencana dalam hidupku. Ku tak ingin muluk-muluk tetapi juga tidak
pesimis. Ku optimis dalam menatap masa depanku. insyaAllah. Amin.
Tetapi terima kasih atas semua informasi yang telah
teman-teman sampaikan. Aku bahagia. Aku terharu jika teman memilihku untuk
mendapatkan informasi itu.
Q-tut v team. 30 Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar