Yah tentang oral sex, tentang making love ternyata memang
ada di sekitarku. Sungguh mudah membuat mereka terbuka atas perjalanan seks
mereka. Ku memang mengikuti setiap alur ceritanya. Mengikuti setiap alurnya,
kata per kata. Ku ladenin. Kemana arah pembicaraan yang kalian inginkan, aku
ikuti. Kamu meminta kata per kata yang dapat membuatmu merasa bergairah. Sangat
mudah membuat kalian berbicara. Tapi ku tak pernah meminta ataupun bertanya.
Kalianlah yang membuka suara sendiri. Ku tak ada meminta apalagi memaksa.
Tetapi satu hal yang menarik dan menyadarkanku, memang benar. Jika wanita itu
adalah wanita yang kau cintai, kau tidak akan mencelakainya. Bahkan kamu akan
memberikan segalanya (harta dan waktu serta perasaanmu) untuk dirinya tetapi di
sisi lain, kamu adalah lelaki. Lelaki yang butuh belaian. Kau mencari seseorang
yang bisa membuatmu bergairah. Dan itu adalah aku. Awalnya aku menikmati setiap
kata per kata. Hanya kata per kata. Tetapi aku merasa bosan. kau meminta lebih.
Oh maaf, untuk kali ini aku tidak bisa mengiyakanya. Tidak bisa dan tidak mau.
Aku merasa benar-benar bahagia awalnya. Aku kau bilang sexy! Wanita mana yang
tidak ingin dibilang sexy walaupun badannya sebesar drum. Kau dan kau dan kau
menyanjungku hingga bermalam-malam ku merasa ikut bergairah. Ku melupakan
masalahku sementara. Tetapi sekarang tanggal 30 Juni 2012 ku sadar, tepatnya
Yang Maha Esa menyadarkan ku, bahwa semua kata-kata cinta dan sayang itu,
semuanya bulshit, bookies, jelas-jelas kalian telah punya pasangan
masing-masing tetapi masih mau mengumbar kata cinta pada diriku. Terima kasih
atas pujian yang telah kalian berikan kepadaku. Terima kasih atas semuanya.
Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Tetapi kali ini aku menyadari, ku
hanya dijadikan sebagai mainan imajinasimu. Maafku harus mengambil sikap.
Terima kasih atas kepercayaan yang kalian berikan untukku atas rahasia yang
kalian beritahu. Mungkin bagi kalian aku kampungan, gak oke, tak pernah
memeluk, mecium bibir waw bahkan selanjutnya aku tidak berani membayangkannya,
apalagi untuk melakukannya. Aku tidak marah pada kalian tetapi aku sangat
berterimakasih dengan apa yang kalian lakukan. Aku menjadi sadar, sadar. Sangat
sadar.
Huaaaa, aku senang, akhirnya aku bisa mengetik-ngetik,
huaaa.. capekkkk… kapan-kapan lanjutin lagi yahhhhh….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar