Teman, panggil
saja saya Indah. Saya anak ketiga dari tiga orang bersaudara. Benar! Saya anak
yang paling kecil. Sekilas jika teman melihat perawakanku tampak lebih tua dari
usiaku sebenarnya. Yah, setidaknya itu yang dikatakan oleh kebanyakan orang,
saudara maupun kenalanku. Kecuali tetanggaku yang sudah tau tentang kebenaran
urutanku sebagai anak paling kecil di keluarga. Indahnya Bulan Ramadhan, tetapi
puasa atau Ramadhan kali ini begitu sepi. Kakakku yang kedua sekarang sedang
meniti karir di Jakarta. Kakak tertuaku, abangku, sedang bersilaturahmi ke
rumah calon mertuanya. Sedangkan adik sepupu pulang ke kampungnya, untuk
mengisi liburan akhir semesternya. Yah, eng ing eng, alhasil di rumah tinggal
aku sendiri. Kalau lebih diperinci bukan sendiri di rumah tetapi sendiri di
bagian kiri rumah. Terdengar agak aneh? Baiklah, akan ku jelaskan mengenai
gambaran rumahku yang baru (rumah nenek). Rumah baruku ini terbilang unik
karena terdiri dari dua rumah yang digabungkan menjadi satu. Antara rumah
bagian kiri dengan rumah bagian kanan berlengketan hanya dibatasi oleh pintu
sehingga antara rumah bagian kiri dengan bagian kanan dapat ditembus dengan
pintu tengah tersebut.
Ups. Pasti ada
teman-teman menebak, saya berasal dari keluarga broken home! Yups, teman-teman
salah besar. Saya justru berasal dari keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.
Penggalan mengenai orang tua ku tidak ku sebutkan di awal kalimat. Bukan karena
mereka sudah bercerai kemudian berpisah dan aku memutuskan untuk membeci
keduanya. Ckckck. Salah besar. Salah besar. Tetapi kebenaran dan faktanya
adalah mereka benar-benar telah pergi meninggalkan dunia. Papa pergi 7 tahun
yang lalu sedangkan mama pergi 2 tahun yang lalu. Mereka adalah sosok orang tua
yang hebat. Ralat! Bukannya hanya orangtua, tetapi saudara, tetangga, paman,
bibi, dan rakyat yang baik hati. Intinya mereka benar-benar menyempurnakan
hidupku. Menyempurnakan dalam kapasitas manusia. :)
Sama seperti
puasa tahun lalu, puasa kali ini aku lewati
dengan meminum es di siang hari, makan mie instan, makan kue. Tidak bisa
berpuasa di puasa yang kedua ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar