Rabu, 05 Februari 2014

Lelaki 4 - Teman atau Teman-Temanan? Ntah lah!

Lelaki 4

            Dia bernama Ande Perta (nama disamarkan), bujang tanggung tamatan SMA, sedang mengikuti les di kotaku. Dia adalah sepupu dari teman Kuliah Kerja Nyata (KKN) ku. Dia 4 tahun lebih muda dibandingkan denganku. Sebenarnya lelaki ini tidak masuk dalam daftar calon masa depanku. Bukan karena dia tidak menarik, tetapi dia “brondong manis”. Andai dia berusia lebih tua atau minimal seumuran denganku, mungkin lain cerita. Perkenalan kami bermula ketika dia meminta nomorku kepada sepupunya itu. Singkat cerita kami berhubungan melalui telefon. Kadang dia yang menelfonku, kadang dia memintaku untuk menelfonnya dan kadang aku yang inisiatif menelfonnya. Aku mengetahui dengan detail urutan anggota keluarganya, mulai dari dia, anak pertama hingga si dedek anak bungsu. Dia menelfon pasti dalam keadaan sedih dan galau. Dia menceritakan setiap detail permasalahan hidupnya, mulai dari dia dimarahi oleh orang tuanya karena dia suka keluyuran hingga tengah malam, pernah kabur dari rumah dan kemudian dijemput orang tuanya untuk pulang, dia putus-nyambung dengan beberapa temen wanitanya dan bercerita mengenai mantan terindahnya yang hingga saat ini sulit untuk dia lupakan. Setiap menelfon, dia selalui menyembutkan nama mantannya itu, Vani (nama disamarkan). Vani, vani dan vani. Ada rasa kesal dan cemburu di dalam hatiku ini. Kesal karena setiap dia menelfon hanya untuk menceritakan masalah cintanya dan cemburu karena dia begitu bersemangat ketika menyebutkan nama itu. Alamak, jangan bilang aku ada hati dengan bocah bujang ini. Tidak! Dan kenapa aku tiba-tiba menceritakannya. Karena setelah hampir 1 tahun kami kenal via telefon, akhirnya tadi bertemu juga, ketemuan di salah satu supermarket atau plasa yang ada di kota ku ini. Ternyata sekarang dia lebih rapi, lebih dewasa dan lebih putih dibandingkan dengan foto di media sosialnya itu. Dan jujur, aku terpana dengan senyumannya, Senyuman yang manis. Tapi aku tidak boleh jatuh cinta kepadanya, karena dia terlalu muda untukku dan dia belum bekerja, tamatan SMA, dan aku yang mentraktirnya. Hmm, tapi aku senang bertemu dan bermain basket bersamanya tadi. Kekosongan waktu ku saat jobseeker ini, menjadi terisi dan berwarna. Dia bocah bujang tanggung black sweet yang mempesona. Dan tanggal 29 Desember 2013 nanti, dia berjanji mentraktirku untuk makan di taplau. Let’s see, apakah terwujud ataukah tidak. ^^


Setelah 29 Desember 2013
            Widiw, ternyata janji tinggal janji, dasar ababil, haha. Hmm, tapi aku tidak marah dengan keputusan yang dibuat olehnya untuk menggagalkan rencana ketemuan kami, alasannya masuk akal sih. Di luar dia berbohong atau jujur, aku terima alasannya bahwa ia tidak boleh keluar untuk bermain, karena sekarang ia menginap di rumah sepupunya, bukan di rumahnya sendiri. Tentu dia harus mengikuti aturan yang dibuat oleh orang yang punya rumah. Kami tetap berkomunikasi, kadang aku mulai merasa jenuh dengan anak bujang ini, karena ulah sepupunya yang seakan “tidak ingin” aku berhubungan lebih jauh dengan sepupunya ini, dan bahkan dia menghinaku dengan yel-yel “Ande naksir sama tante-tante!”. Yap, tante di sana maksudnya adalah aku. WTF! Sekedar diketahui saja, aku sudah bisa menetralisir hati, aku dan Ande cuma temenan, adek-kakak, tidak lebih, tidak kurang. Namun, instingku mengatakan bahwa Ande sepertinya memiliki “rasa” denganku, setiap sms untuk mengucapkan selamat tidur, selalu diakhiri dengan adek chayank kakak. Yah, aku tetap mengartikannya bahwa sayang dalam artian adik kepada kakaknya. That’s it! Gagalnya rencana tanggal 29 itu, Ade mengajakku ketemuan pada tanggal 14/15 Februari 2014 ini. Dan dia yang mentraktir. Let’s see saja, apakah jadi atau tidak. Aku tidak malas dan juga tidak excited. Biasa saja. ^^

            Melenceng sedikit dari si Lelaki 5, Ande ini. Jujur aku merasa cemburu ketika temen KKN ku, abang sepupunya punya pacar baru dan aku bahagia ketika dia putus dengan mantannya yang dulu. Hmm, kenapa aku bisa punya “rasa” dengan manusia aneh ini, punya golongan darah AB (sama denganku), sensitif dan penyuka music K-POP dan J-Pop. Flashback, “rasa” itu muncul ketika doi mengirimkan aku sms gombal dan romantic (aku akui dia lelaki romantis) dulu, dulu sekali , sejak saat itu aku GR dan beranggapan dia suka denganku. Sampai pada saat dia bertemu dengan kakakku (saat menjemputku di tempat KKN-aku sakit). Luluh lantah rasanya hati ini karena dia naksir dengan kakakku, naksir berat. Setiap dia menghubungiku cuma untuk menanyakan kakakku, aku cemburu, bodoh! Jika memang dia tidak ada rasa denganku, mengapa memancing rasaku ini untuk datang dengan mengirimkan sms-sms itu. Walaupun aku mulai biasa saja dengannya, tapi jujur setiap dia bbm atau komen duluan, sebenarnya aku bahagia, tapi endingnya pasti menyebalkan, dia selalu menghinaku. Huft. Dan si Lelaki 5 juga menghinaku dengan sebutan “Gapuak(Gendut)”. Benci sama orang “gapuak” tapi tetap disms dan ditelfon juga. Dasar ababil! Dasar keluarga aneh!

Lagi-lagi Gagal PDKT - Lelaki 3

Lelaki 3
            Kali ini pertemuanku dengan seorang lelaki, abang ini, benar-benar tidak direncanakan. Dia bernama Key Sandro (nama disamarkan). Dia adalah tamatan teknik mesin di universitas yang sama denganku dan merupakan pegawai swasta di salah satu perusahaan yang ada di ibukota. Tiba-tiba dia meng-invite­ku di BBM tanggal 1 Desember 2013. Kembali, aku yang menyapanya.
Aku           : “Makasih udah diinvite. Salam kenal yah.”
Bg Key      : “Ini monika yang mana ya?”
Aku           : (Gondok). “Hmm, kamu malawak (bercanda) mah. Kan kamu duluan yang invite.
15 menit kemudian
Bg Key      : “Aku dapat pin kamu dari Wilna”.
Aku           : “Oh, dari Wilna. J

Kemudian ….
Aku           : “Unn Wilna, kenal sama Bang Key ya?”
Wilna         : ”Kenal unn. Uun kenal juga?”
Aku           : “Lha. Bukannya uun yang kasih pin BBM nik ke Bang Key?”
Wilna         : “Oh, bukan unn. Kemarin kontak BBM abang tu hilang. Jadi Wilna kasih aja semuanya, termasuk kontak BBM uun. Jadi Unn diinvite sama abang Key?”
Aku           : “Iya Unn.”
Wilna         : “Gimana abangnya Unn?”
Aku           : “Sejauh ini asyik abangnya Unn. Oia, tadi sempat terharu lo, kirain uun yang sengaja kasih pin BBM nik kea bang Key J
Wilna         : “Hihi. Anggap aja emang Wilna yang kasih Unn/ J

Kembali ke Bang Key …
Bang Key  : “Mana fotonya dek?”
Aku           : (langsung ganti DP)
Bang Key  : “Cantik.”
Aku           : “Makasih bang.”
Bang Key  : “Bagi foto yang lain dunk dek, yang gak pakai jilbab”.
Aku           : “Kenapa emangnya bang? Hmmmm”
Bang Key  : “Abang mau lihat rambut adek.”
Aku           : “Hmmmm. J
Bang Key  : “Bang suka cewe rambut panjang dek”.
Aku           : (langsung mencari foto gak pakai jilbab terbaik, kemudian send).
Bang Key  : “Cantik.”
Aku           : ”Makasih bang. Jadi malu J”.

Sejak saat itu, komunikasi kami bisa dibilang instens. Ibarat kata seperti orang sudah lama bertemua dan telah berpacaran di dunia nyata.     
Bang Key  : “Pagi Cantik”.
Aku           : “Pagi juga bang. Semangat kerjanya yah bang syg.”
Bang Key  : “Iya sayang.”
            Semoga happy ending. Amin. ^^
           
Padang, 4 Desember 2013 (di Blackberry Messager)
Jam 08.00 wib
Aku           : “J Pagi Abang J
Bang Key  : “Pagi cantik.”
Jam 10.13 wib
Aku           : “Met kerja Abang sayang J
Dua setengah jam kemudian…..
Bang Key  : “Siang Cantik, Lunch dulu.”
Aku           : “Siang Abang J, iy bang, ini barusan lunch, bg udah lunch? Lunch lg bg syg, makan yg byk yah bg J
Setengah jam kemudian ….
Bang Key  : “Cantik J
Aku           : “Y bg syg J
Delapan jam kemudian ….
Bang Key  : “Cantik, lg ngpain?”
Aku           : “Y bg, abiz sholat bg J. Bg udah sholat kn?! Bg lg kerja ya? Met kerja y bg J
Bang Key  : “Udah sayang. Dh mkn mlm blom?”
Aku           : “Udah bg, barusan. Bg udh mkn?”
Bang Key  : “Bg lg makan sayang. Yukk sini abng suapin.”
Dua jam kemudian (baru kali ini aku yang telat balas bbm dia)
Aku           : “Hihi, lnjtlah bg syg. Dek udah kenyang J. Met kerja y bg syg J. Abang! Gak boleh ganggu abang lg bekerja. Abang masih kerja kah? :/”
Bang Key  : “Sayang. Maaf, bg td lg hujan2”.
Aku           : “Y bg L. Ujang2n plg x bg? Skrg udh d rmh abg x?”
Bang Key  : “Hidup adalah perjuangan”.
Aku           : “Iya bg. Tidak ada perjuangan yang sia-sia y bg? Pi kangen bbm-an m abg x J”.
Bang Key  : “Lg ngpain yank?”
Aku           : “Lg nonton yks aj bg. Bg l gap?”
Bang Key  : “Bg lg nyiapin berkas buat tes besok dec”.
Aku           : “Tes bg? Te sap t bg? Cemumuth buat bg syg.”
Bang Key  : “Bg besok tes di Kawasaki sayang. Iya dec makaci. J
Aku           : “Masukin lamaran di Kawasaki bg? Masih blom bobok bg? J


Sehari sebelumnya …. (Next Page!!!)
 

                  Begitulah aktivitas cinta yang aku jalani dengan Bang Key. Kemarin lusa, hari selasa adalah hari yang menyenangkan bagiku. Walaupun dia sibuk kerja dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam (paling cepat pulang), tapi dia masih menyempatkan untuk mengirimkan pesan BBM untukku, tapi tidak dengan kemarin (hari rabu), (sekarang aku mengetik di hari Kamis, pukul 2 dini hari, dan hingga detik ini, belum ada tanda-tanda mata ini mengantuk. Ckckck).

Sedangkan tiga hari yang lalu (hari senin) ….
Bang Key  : “Pagi Cantik.”
Aku           : “Pagi juga bg syg. Met kerja ya bang syg.”
Di saat siang hari
Bang Key  : “Cantik. Udah makan?”
Aku           : “Udah bang, barusan. Bang udah makan?”
Bang Key  : “Ini, bang lagi makan. J
Pada saat maghrib ….
Bang Key  : “Cantik.”
Aku           : “Y bg. Lgi kerja ya bg?”
Bang Key  : “Nggak syg. Bg lg istirahat.”
Aku           : “Sampai jam berapa istirahat bg?”
Bang Key  : “Jam 7 sayang.“
Aku           : “Udah sholat bg? Udah makan bg?”
Pada saat malam tiba…….
Bang Key  : “Sayang, lagi apa?”
Aku           : “Lagi nonton aja bg. Bg udah pulang?”
Bang Key  : “Bg udah pulang dek.” (kemudian mengirimkan lagu Khay-ciptaan dia sendiri).
Aku           : (menerima dan menyimpan lagu itu). (mendengarkannya dan menghayatinya). (dia bermain gitar sekaligus menyanyikannya, lagu romantis dengan suara yang merdu. Sungguh romantis. “Ini lagu ciptaan abg? Bg yg nyanyi dan main gitar bg? Keren!”
Bang Key  : “Cempreng2 gitu, itu lagu ciptaan sendiri. Hmm, cempreng suara bg ya?”
Aku           : “Sebagus ini dibilang cempreng. Mantap bg. Ini lagu kapan bg buat?”
Bang Key  : “Ini lagu buat monik”. (gak nyambung, tapi mampu menyuri hati).
Aku           : “Seriusan bg? Memang kapan bg buat?”
Bang Key  : (hening)

            Setelah ditelaah dan dikaji secara mendalam dengan fikiran yang segar dan mata hati yang dibuat peka, hmm, apalah hubungan yang kami jalani. Walaupun kami tidak ada terikat dalam sebuah status pacaran (karena aku tidak ingin lagi menerima lelaki yang belum pernah aku temui secara langsung di dunia nyata). Namun, aku sadar, aku selalu hadir di saat dia butuhkan, yaitu merespon secara langsung setiap BBM yang dia kirimkan. Namun, sekarang, hari ini, ketika ku lihat, waktu menunjukkan bahwa dia sudah tidak berada dalam jam kerja, dengan kata $lain, dia sudah berada di kost-annya. Dengan sumringah aku menyapanya. Namun, dia sibuk (lagi dan lagi) dengan urusan kantornya. Hmm, ternyata ini rasanya dicuekin. Kemarin dimanja-manja sekarang dicuekin. Hmm, sepertinya kali ini pendekatanku terancam gagal. Rasanya kesabaranku untuk menungguinya telah mencapai titik puncak. Hmm, ku kan mencoba mencari aktivitas lain dan mungkin melupakannya dan melupakan angan-anganku untuk menjadikannya masa depanku. Maaf bang, aku juga manusia biasa, yang butuh diperhatikan juga. Dan satu hal yang penting, walaupun saat ini aku belum bekerja/jobseeker, tapi bukan berarti aku tidak punya aktivitas bang.
Semoga happy Ending. Amin. ^^

10 Desember 2013
            Kemesraan sebagai sebuah hubungan jarak jauh yang ku anggap sebagai “real relationship” ternyata berakhir tragis pada hari ini. Ku mendapatkan suatu kenyataan yang memalukan dan menyedihkan. Ternyata yang selama ini aku sms adalah bukan bang Key (baca: bangkai) tetapi bang Erix. Wait! Kesalahan bukan terletak pada diriku tetapi pada diri mereka. Si Kay gadungan alias Erix, mengaku dirinya Kay.
Kebohongan itu bermula …..
7 Desember 2013
Erix (selanjutnya disebut Key gadungan)
           


           
            Itulah awal mula sms dari Bg Key Gadungan (baca: bangke gadungan). Sungguh menyebalkan, sms yang aku harapkan datang dari seseorang yang kami memang belum  mengatakan untuk “jadian” tetapi sudah mengarah ke sana. Alumnus universitas yang sama denganku, sarjana teknik mesin. Fiuh! Ternyata aku terjebak! Aku tidak peduli lagi dengan pernyataan bangke Gadungan.
In isms hari ini (10-11-13) yang bikin aku shock luar biasa nomor 2 setelah mendengar pernyataan Bg Key untuk menikah tahun depan!
Bangke Gadungan      : “Hy monika ma bg j ktmu thn bru sppu jon key gmna??
Aku                             : “Mksud abg?”
Bangke Gadungan      : “Y ne bg sppu Key mw gk knln ma bg?? Bg hmpir sma ma kadri
Aku                             : “Ooo, sepu2 x Bg Key. Y bg, salam kenal.
Hmm, bg, Bg, blg m bg kay. Dek bkn bola yg bsa diopor2. Maaf dan  
mksh sblmny bg.”
Bangke Gadungan      : “Y mopusa bg jg sring blas sms mopusa bg ma kadri gk jauh bda y slam   knl j bg yg ngjak mopusa ktmu thn bru krna jon key gk ngjak mopusa ktmu (hahaaa, bodohnya diriku, ternyata yang mengajak aku ketemuan di tahun baru, bukan bang Key tapi bangke gadungan, ngapain dia harus memakai nama Key buat mengajak aku ketemua, Hmm, pasti dia tidak lebih baik dari Bg Key, alias sama buruknya!) oia lht j fb bg erix morales (dan doi bangke gadungan, tidak ngerti ape gue itu marah kampret! Bukan ngajak situ kenalan. Kan keliatan kualitasnya! Dan dengan entengnya doi memamerkan aku fb nya. Woiiiiii! Sadar!!! Gue lagi emosii nih!!!!)  brrti mopusa gk jdi ketemy bg thn bru y”
Aku                             : “Hmm.. Bg sepu2 x Bg Key? Bg yg adik kost-an Bg Key yg pgang bb bg Key. Bg kok g blg ini bkn bg Key. Dek bingung. Dek g suka kyk gni bg.”
Bangke Gadungan      : “Y mopusa qt gk ad mksd apa2 wktu j yg blm tpat menjlaskn smuanx 2 hri ne bg yg bls sms mopusa rncna bg y ktmu mopusa thn bru”
Aku                             : “Sapa nama bg sepu2 x bg Key? Bg bs blg kn : “Dek, ini bkn Bg Key. Ini adik/sepu2/adik kost-an x bg Key. Dek harap, suatu saat bg ngerasain ap yg dek rasakan. Dipermainkan!!! Tlg blg ma Bg Key ya. Dek g nyangka dia kyk gini. Mentang2 dek cpt akrab. Jdi bs dianggap murahan kyk gini!!! Sekali lg. Dek blg sama Bg Key dan sepu2 Bg Key (bangke gadungan). MAKASIH!!!
Bangke Gadungan      : “Y ne Bg Erix bkn Bg Key Y strusnx trsrah mopusa”
Aku                             : (lempar HP)

            Selamat! Hmm, letak permasalahannya sekarang adalah:
1.      Keinginan aku untuk mendapatkan “someone special” udah gugur dengan sendirinya. Gagal maning! Gagal maning!
2.      Gue sudah mulai percaya pada cinta kembali, mulai menempatkan Bg Key pada posisi di hati ini. Merasakan getaran-getaran cinta. Bagaimana tidak. Bang Key, mengirimkan dua buah lagu yang dimainkan dengan gitar serta dinyanyikan langsung olehnya (katanya sih dia yang captain, dia yang nyanyiin, dan dia yang main gitar. Tapi karena Bang Key / Bangke ini sudah berbohong kepada aku dengan kebohongan yang rapi. Aku jadi tidak percaya kalau itu memang lagu yang ia ciptakan, ia nyanyikan dan melodi yang ia petik. Palingan doi download dari internet dan dia kirim ke gue). Barang buktinya à
3.      Dan seenak udelnya aku diopor bagai bola. Gak urusan cita, gak urusan cinta. Aku diopor-opor terus, emang eike piala bergilir cinnnn! WTF!
4.      Dan selama aku berhubungan dengan Bangke, ntah mana yang beneran Bangke tulis dan mana yang ditulis sama Bangke Gadungan. Moga single ever after ya Gaek! WTF!

Hmm…. Ya sudahlah kali yah. Ngapain juga aku menangisi Bangke, gak secakep David Beckham, gak sekaya raja minyak, gak pinter Albert Einstein dan apalagi tidak seshaleh Ustad Yusuf Mansyur. Pergi noh ke neraka kamu! Dan kisah dengan lelaki 3 ini benar-benar End!

_________________________Ending Beneran _________________________    

Sabtu, 18 Januari 2014

Gagal PDKT _ Lelaki 2

Lelaki itu bernama Megy Andripra (nama disamarkan). Teman saudara lelakiku di tempat dia dinas, yaitu di rumah sakit pemerintah ternama di daerah tempat aku tinggal yang dulu aku sempat bekerja di sana selama 10 bulan dan berakhir tanggal 23 November 2013 kemarin. Aku memanggil dia Bang Megy, karena dia seumuran dengan saudara lelakiku itu. Saudaraku itu memberikan pin Blackberry Messager (BBM) ku kepadanya pada tanggal 22 November 2013 dan akhirnya kami berkenalan. Awalnya aku yang menyapa dan mengucapkan terima kasih kepadanya. Namun, aku ketiduran dan tidak membalas BBMnya setelah itu.

Sehari kemudian di Blackberry Messager (BBM)
Aku           : “Malam Bang. Lagi apa bang?” (aku sengaja menyapanya di malam hari, karena pagi hingga siang ia bekerja sebagai perawat di bagian OK (operasi), sehingga malam hari adalah saat yang tepat untuk menyambung silaturahmi dengannya)
Bg Megy   : “Ini lagi di rumah. Lagi istirahat aja.”
Aku           : “Ooo, cape abiz pulang kerja yah bang.”
Bg Megy   : “Lumayanlah nik.”
Aku           : “Oia, bang asli mana?”
15 menit kemudian
Bg Megy   : “Bg asli batusangkar nik.”
Aku           : “Ooo, jadi di padang ngekost dums bang.”
Bg Megy   : “Bang ngontrak di padang monik.”
Aku           : “Di daerah mana tu bang?”
20 menit kemudian
Bg Megy   : “Di daerah jati nik.”
Aku           : “Ooo, sama siapa tu bang? Istri bang ya?”
Bg Megy   : “Nggak nik. Bang belom married. Sama temen abang nik.”
Aku           : “Ups, maaf bang. Kirain udah. J“ (padahal sudah tahu kalau abang Megy single, it just asking, some jokes in the night, garing tapi ya?)

Dua hari kemudian di Blackberry Messager (BBM)
Aku           : “Malam bang. Lagi apa bang?”
Bg Megy   : “Gak ada nik. Cuma lagi istirahat aja nik.”
Aku           : “Oia bang. Bang anak ke2 ya?” (berusaha menebak, biar suasana lebih cair)
(Tidak ada tanda-tanda BB berbunyi, kemudian 18 menit setelahnya, baru muncul balasan…)
Bg Megy   : “Gak nik, Bang anak 1.”
Aku           : “Dari 4 bersaudara ya?”
Bg Megy   : “Gak nik, bang bersaudara 2 orang”.    
Aku           : (Hening)

Dua hari berikutnya…
Aku           : ”Cie, dedek siapa tu bang?” (mengomentari personal messagenya)
Bg Megy   : “J
Aku           : (hening)
            Begitulah perjalanan pendekatanku dengan Bang Megy. Padahal pada awal berkenalan, pada saat aku menerima invitenya, dia ramah, walaupun aku yang menyapa dulu. Dan sampai tanggal 3 Desember 2013 ini, aku tidak ada lagi menyapanya di BBM, hanya sesekali melihat display picture dan personal messagenya.
10 Desember 2013
            Dan sekarang terjawab sudah mengapa doi jutek dan ketus kepada aku, karena doi ternyata sudah memiliki “The Real Bidadari Surganya”, itulah fakta yang kulihat di recent updates Blackberry Messager

Rabu, 08 Januari 2014

PDKT yang gagal Lelaki 1

Padang, 3 Desember 2013
Cerita cinta tak bosan untuk terus ku tuliskan. Banyak nama yang berkeliaran di dalam hidupku, tepatnya dalam kehidupan maya ku. Dunia Maya…
Di sini lah, cerita ini bermula
            Kegilaan ku terhadap dunia aplikasi mengenalkan aku dengan aplikasi WeChat. Iseng pun, di saat jam istirahat kerja, saat ku masih kerja di salah satu rumah sakit pemerintah ternama di daerah tempat aku tinggal, daerah Sumatera Barat. Keisengan itu mengantarkanku dengan sosok lelaki yang aku sukai. Berkenalan dari aplikasi itu, selanjutnya, bertemu. Mungkin sebagian orang menganggap diriku “bodoh”, karena aku wanita yang datang menghampiri kost-annya di daerah yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit itu. Tapi tepatnya aku berkunjung ke depan kost-annya,  bukan di dalam kost-annya. Tidak banyak kata yang aku keluarkan ataupun ia keluarkan. Kami hanya sibuk memindahkan film dari netbook ku ke netbook nya. Sambil menunggu film-film tersebut selesai dipindahkan, kami bercerita mengenai banyak hal. Aku menatapnya dengan penuh rasa kekaguman, sungguh sempurna makhluk Tuhan yang ada di depanku ini. Setiap dia mengeluarkan senyuman, semakin aku tak bisa menahan hati ini untuk tidak jatuh cinta kepadanya.
            Setelah kejadian itu, aku mulai menaruh banyak harapan kepadanya. Harapan masa depanku yang selama ini telah lama ku tunggu. Sungguh sempurna lelaki ini di mataku, jika dilihat dari fisiknya. Fisik yang sempurna. Tinggi 174 cm. Kulit kurang gelap dari sawo matang tapi lebih gelap dibandingkan dengan kuning langsat, bisa ku bilang sawo-langsat, hidung yang tidak terlalu mancung tapi tetap mempesona. Terutama senyumnya. Ada behel yang menghiasi giginya. Sungguh sempurna kamu, calon masa depanku.
            Namun, semakin hari semakin lama dari hari perkenalan itu, hubungan yang aku harapkan, yaitu “lebih dari sekedar teman silaturahmi” tidak menunjukkan batang hidungnya. Tidak kunjung terwujud. Janji manis untuk jogging bersama, ternyata hanya menjadi angan-angan belaka. Dia menyalahkanku ketika joging itu tidak terjadi, padahal jelas, dia lah yang menyebabkan jogging itu tidak terjadi. Sejak saat itu, aku mulai sadar dan menyadari, dia manis ketika bicara, dengan memberikan sejuta gombalannya di telefon, ternyata benar hanya isapan jempol belaka. Dia adalah Egy Hantoni (nama disamarkan), dia tamatan sarjana keperawatan di sekolah tinggi kesehatan swasta yang ada di daerah Batusangkar, tapi aslinya dia adalah putra Sawalunto.
Here he is:
            Banyak hal yang ingin aku ketahui tentang dirinya. Namun, tidak ada satupun akun media sosial (facebook atau twitter) yang menunjukkan namanya, kecuali media sosial smaboy. Betapa shock nya aku ketika menemukan foto di media sosial itu, dia dengan teman wanitanya (kekasihnya, atau mantannya, atau calon gebetannya, atau gebetannya). This is it L. Ups! Ternyata aku tidak ada menyimpannya. Syukurlah! J
            Dan hari ini dia menelfon lagi. Kesal, bahagia, gemas, rasa-rasa itu muncul ketika dia menelfon. Bahagia, karena dia lah salah satu lelaki yang sempat dan masih mencuri sebagian sisi di hatiku, gemas ketika sifat egonya, yang meminta aku untuk mendengarkan apa yang dia ucapkan, dan aku tidak diberi kesempatan untuk membantahnya dan kesal ketika dia mematikan telfon secara tiba-tiba, dan ketika aku menelfon dia balik, dia terkadang tidak menjawabnya, dan juga terkadang menjawabnya, tetapi hanya sebentar setelah itu mematikan telfon dengan alasan “taujung” atau “kebelet, padahal dia yang minta aku untuk menelfonnya. Sifatnya seperti ini, yang berhasil membuatku pasrah, untuk melepaskan semua harapan itu.
Hari ini…
Short Messages Service
Egy : “Cewe, lagi ngapain?” (cuaca cerah, tidak ada hujan, badai atau pun petir lagi, tiba-tiba dia muncul)
Aku : “Gak ada lagi ngapain-ngapain cowo, Cuma nonton TV aja cowo”. (sambil senyum satu setengah cm)
5 menit kemudian
Incoming Call : Egy Akper As (Nama disamarkan)
Aku : “Ya cowo.” (berusaha untuk biasa aja dan terdengar sedikit jutek/marah)
Egy : “Assalamu’alaikum cewe.” (suara manis mempesona)
Aku : “Wa’alaikumsalam cowo.” (tidak jadi marah)
Egy : “Lagi apa cewe? Udah makin jauh aja nih sekarang, mentang-mentang ada cowo baru. Kawan lama dilupakan!”
Aku : “Cowo baru? Cowo tuh, yang punya cewe baru. Itulah cewe berjilbab pink yang ada di profil picture Smaboy cowo! (penasaran, mengungkapkan rasa ingin tahu, mengenai hubungan dia dengan wanita di foto media sosial Smaboy)
Egy : “ Yang mana cewe? Gak tau gy cewe mana yang cewe maksud”.  (sok-sok lugu)
Aku : (Jengkel) “Itu cewe yang berjilbab pink yang duduk di sebelah cowo, pas makan di restaurant itu. Jangan bohong cowo, bohong itu dosa!”
Egy : “Emang dari dulu, bohong itu dosa cewe. Egy beneran gak tau akun Smaboy itu”.
Aku : (hening). “Ya deh.”
            Padahal jelas sekali, itu beneran foto dia. Sifat dia yang penuh rahasia ini membuatku mulai tidak betah, dan mulai menganggap dia sebagai pembual belaka yang kata-katanya yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Secara fisik, dia memang lelaki sempurna yang bisa memikat hati wanita manapun, namun sifatnya malah menunjukkan kebalikannya, tidak ada sisi lelaki sejatinya!

Ini buktinya:   
Sebulan yang lalu
Incoming Call : Egy Akper As (Nama disamarkan)
Egy : “Assalamu’alaikum cewe.” (suara manis mempesona)
Aku : “Wa’alaikumsalam cowo. Lagi apa cowo?”
Egy : “Lagi mikirin cewe.”
Aku : (hidung pun langsung kembang kempis) “Ah cowo, bisa aja nih, gombalnya”.

Dua bulan yang lalu
Incoming Call : Egy Akper As (Nama disamarkan)
Egy : “Assalamu’alaikum cewe.” (suara manis mempesona)
Aku : “Wa’alaikumsalam cowo.”
Egy : “Lagi sibuk apa sekarang cewe?”
Aku : “Lagi sibuk kerja aja cowo. Kalau cowo lagi apa?”
Egy : “Lagi sibuk mikirin, kapan cewe kerja bersih-bersih di rumah Gy”
Aku : “Yee enak aja, emang cowo berani bayar berapa, secara tamatan sarjana nih. Kalau per bulannya sesuai, boleh lah”
Egy : “Hmm, yah, ngapain dibayar, cewe kan yang jadi pemilik rumahnya. Gy kan nunggu cewe aja. Kapan cewe mau dilamar!”
Aku : (10 menit sempat tidak sadarkan diri / mendadak pingsan) “Ah cowo bisa aja”. (sambil mengelus-eluskan kepala ke dinding).

            Namun, sampai detik ini (3 Desember 2013), tidak ada satu pun kata-kata manis yang dia ucapkan ada di dunia nyata. Yeah, ternyata hanya gombalan penuh dengan pemanis di malam hari. Dan, hubunganku dengan dia, Egy, hanya sebagai “teman silaturahmi” saja. Itu istilah yang diberikan adik sepupuku bagi lelaki-lelaki hanya romantic di dunia maya, sedangkan di dunia nyata tidak pernah menunjukkan wujudnya.