Rabu, 08 Januari 2014

PDKT yang gagal Lelaki 1

Padang, 3 Desember 2013
Cerita cinta tak bosan untuk terus ku tuliskan. Banyak nama yang berkeliaran di dalam hidupku, tepatnya dalam kehidupan maya ku. Dunia Maya…
Di sini lah, cerita ini bermula
            Kegilaan ku terhadap dunia aplikasi mengenalkan aku dengan aplikasi WeChat. Iseng pun, di saat jam istirahat kerja, saat ku masih kerja di salah satu rumah sakit pemerintah ternama di daerah tempat aku tinggal, daerah Sumatera Barat. Keisengan itu mengantarkanku dengan sosok lelaki yang aku sukai. Berkenalan dari aplikasi itu, selanjutnya, bertemu. Mungkin sebagian orang menganggap diriku “bodoh”, karena aku wanita yang datang menghampiri kost-annya di daerah yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit itu. Tapi tepatnya aku berkunjung ke depan kost-annya,  bukan di dalam kost-annya. Tidak banyak kata yang aku keluarkan ataupun ia keluarkan. Kami hanya sibuk memindahkan film dari netbook ku ke netbook nya. Sambil menunggu film-film tersebut selesai dipindahkan, kami bercerita mengenai banyak hal. Aku menatapnya dengan penuh rasa kekaguman, sungguh sempurna makhluk Tuhan yang ada di depanku ini. Setiap dia mengeluarkan senyuman, semakin aku tak bisa menahan hati ini untuk tidak jatuh cinta kepadanya.
            Setelah kejadian itu, aku mulai menaruh banyak harapan kepadanya. Harapan masa depanku yang selama ini telah lama ku tunggu. Sungguh sempurna lelaki ini di mataku, jika dilihat dari fisiknya. Fisik yang sempurna. Tinggi 174 cm. Kulit kurang gelap dari sawo matang tapi lebih gelap dibandingkan dengan kuning langsat, bisa ku bilang sawo-langsat, hidung yang tidak terlalu mancung tapi tetap mempesona. Terutama senyumnya. Ada behel yang menghiasi giginya. Sungguh sempurna kamu, calon masa depanku.
            Namun, semakin hari semakin lama dari hari perkenalan itu, hubungan yang aku harapkan, yaitu “lebih dari sekedar teman silaturahmi” tidak menunjukkan batang hidungnya. Tidak kunjung terwujud. Janji manis untuk jogging bersama, ternyata hanya menjadi angan-angan belaka. Dia menyalahkanku ketika joging itu tidak terjadi, padahal jelas, dia lah yang menyebabkan jogging itu tidak terjadi. Sejak saat itu, aku mulai sadar dan menyadari, dia manis ketika bicara, dengan memberikan sejuta gombalannya di telefon, ternyata benar hanya isapan jempol belaka. Dia adalah Egy Hantoni (nama disamarkan), dia tamatan sarjana keperawatan di sekolah tinggi kesehatan swasta yang ada di daerah Batusangkar, tapi aslinya dia adalah putra Sawalunto.
Here he is:
            Banyak hal yang ingin aku ketahui tentang dirinya. Namun, tidak ada satupun akun media sosial (facebook atau twitter) yang menunjukkan namanya, kecuali media sosial smaboy. Betapa shock nya aku ketika menemukan foto di media sosial itu, dia dengan teman wanitanya (kekasihnya, atau mantannya, atau calon gebetannya, atau gebetannya). This is it L. Ups! Ternyata aku tidak ada menyimpannya. Syukurlah! J
            Dan hari ini dia menelfon lagi. Kesal, bahagia, gemas, rasa-rasa itu muncul ketika dia menelfon. Bahagia, karena dia lah salah satu lelaki yang sempat dan masih mencuri sebagian sisi di hatiku, gemas ketika sifat egonya, yang meminta aku untuk mendengarkan apa yang dia ucapkan, dan aku tidak diberi kesempatan untuk membantahnya dan kesal ketika dia mematikan telfon secara tiba-tiba, dan ketika aku menelfon dia balik, dia terkadang tidak menjawabnya, dan juga terkadang menjawabnya, tetapi hanya sebentar setelah itu mematikan telfon dengan alasan “taujung” atau “kebelet, padahal dia yang minta aku untuk menelfonnya. Sifatnya seperti ini, yang berhasil membuatku pasrah, untuk melepaskan semua harapan itu.
Hari ini…
Short Messages Service
Egy : “Cewe, lagi ngapain?” (cuaca cerah, tidak ada hujan, badai atau pun petir lagi, tiba-tiba dia muncul)
Aku : “Gak ada lagi ngapain-ngapain cowo, Cuma nonton TV aja cowo”. (sambil senyum satu setengah cm)
5 menit kemudian
Incoming Call : Egy Akper As (Nama disamarkan)
Aku : “Ya cowo.” (berusaha untuk biasa aja dan terdengar sedikit jutek/marah)
Egy : “Assalamu’alaikum cewe.” (suara manis mempesona)
Aku : “Wa’alaikumsalam cowo.” (tidak jadi marah)
Egy : “Lagi apa cewe? Udah makin jauh aja nih sekarang, mentang-mentang ada cowo baru. Kawan lama dilupakan!”
Aku : “Cowo baru? Cowo tuh, yang punya cewe baru. Itulah cewe berjilbab pink yang ada di profil picture Smaboy cowo! (penasaran, mengungkapkan rasa ingin tahu, mengenai hubungan dia dengan wanita di foto media sosial Smaboy)
Egy : “ Yang mana cewe? Gak tau gy cewe mana yang cewe maksud”.  (sok-sok lugu)
Aku : (Jengkel) “Itu cewe yang berjilbab pink yang duduk di sebelah cowo, pas makan di restaurant itu. Jangan bohong cowo, bohong itu dosa!”
Egy : “Emang dari dulu, bohong itu dosa cewe. Egy beneran gak tau akun Smaboy itu”.
Aku : (hening). “Ya deh.”
            Padahal jelas sekali, itu beneran foto dia. Sifat dia yang penuh rahasia ini membuatku mulai tidak betah, dan mulai menganggap dia sebagai pembual belaka yang kata-katanya yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Secara fisik, dia memang lelaki sempurna yang bisa memikat hati wanita manapun, namun sifatnya malah menunjukkan kebalikannya, tidak ada sisi lelaki sejatinya!

Ini buktinya:   
Sebulan yang lalu
Incoming Call : Egy Akper As (Nama disamarkan)
Egy : “Assalamu’alaikum cewe.” (suara manis mempesona)
Aku : “Wa’alaikumsalam cowo. Lagi apa cowo?”
Egy : “Lagi mikirin cewe.”
Aku : (hidung pun langsung kembang kempis) “Ah cowo, bisa aja nih, gombalnya”.

Dua bulan yang lalu
Incoming Call : Egy Akper As (Nama disamarkan)
Egy : “Assalamu’alaikum cewe.” (suara manis mempesona)
Aku : “Wa’alaikumsalam cowo.”
Egy : “Lagi sibuk apa sekarang cewe?”
Aku : “Lagi sibuk kerja aja cowo. Kalau cowo lagi apa?”
Egy : “Lagi sibuk mikirin, kapan cewe kerja bersih-bersih di rumah Gy”
Aku : “Yee enak aja, emang cowo berani bayar berapa, secara tamatan sarjana nih. Kalau per bulannya sesuai, boleh lah”
Egy : “Hmm, yah, ngapain dibayar, cewe kan yang jadi pemilik rumahnya. Gy kan nunggu cewe aja. Kapan cewe mau dilamar!”
Aku : (10 menit sempat tidak sadarkan diri / mendadak pingsan) “Ah cowo bisa aja”. (sambil mengelus-eluskan kepala ke dinding).

            Namun, sampai detik ini (3 Desember 2013), tidak ada satu pun kata-kata manis yang dia ucapkan ada di dunia nyata. Yeah, ternyata hanya gombalan penuh dengan pemanis di malam hari. Dan, hubunganku dengan dia, Egy, hanya sebagai “teman silaturahmi” saja. Itu istilah yang diberikan adik sepupuku bagi lelaki-lelaki hanya romantic di dunia maya, sedangkan di dunia nyata tidak pernah menunjukkan wujudnya.

Minggu, 07 Juli 2013

Akhir Cerita Cinta (sementara ataukah selamanya?)

Inilah akhir cerita cinta instan ala We Chat,
tepat tanggal 7 Juli 2013, hanya 9 hari umur hubungan kita.
Tapi mengapa aku saaaaaaaaaaaaaaaaaangaaaaaaaaaaaat merasa sedih dan kehilangan sosok Bang Rik,
mendengar ketulusannya, melihat betapa kecewanya dia ketika ku berulah, menjadi sosok yang menjauh darinya, aku menjadi sakit sendiri. Aku tak tau harus gimana. Bang Rik sudah sungguh membenciku. Hatiku remuk dibuatnya. Semoga aku kuat menjalani keputusan ababilku ini. Semoga kami bisa berhubungan baik ke depannya. Tapi ada sebuah luka menganga di hatiku ini. Apakah ku juga sudah terlanjur menyayangi Bang Rik? Apakah aku terkena getah atas keplin-plan-an ku ini. Cukup sekali aku seperti ini Ya Rabb!
Aku tidak ingin menyakiti hati siapapun. T.T
Padang, 8 Juli 2013

Kamis, 04 Juli 2013

Terlalu Cepat (Bingung Sendiri)

Aku rasa keputusanku menerima Bang Rik terlalu cepat. Aku merasa banyak keraguan yang menghampiri diriku. Aku menerima dia, bukan karena aku suka tapi karena aku ingin. Ingin punya status, ingin ada yang perhatian. Tapi aku sendiri masih merasa ragu dengan hubungan ini. 

Apakah aku salah menerima Dia terlalu cepat?
Entahlah. Lihat saja nanti ke depannya seperti apa. *Auh Ah Gelap*

Minggu, 30 Juni 2013

Seperti ABG yang lagi jatuh cinta (Lope, Lope)

Lagi-lagi berkenalan dengan seorang pria via WeChat
Ini untuk yang ke3 kalinya.

Dia panggil saja bang ini dengan nama Bang Rik.
Padang, 29 Juni 2013. Tanggal kami jadian. Kenal via chatting tersebut. Dengan mantap dia menembakku.
Abang itu pegawai tetap salah BUMN di teluk bayur. Namun, aku kecewa ternyata abang tersebut, tidaklah seorang sarjana ekonomi (seperti yang dia katakan ketika kami belum jadian). Secara fisik, yah, abang Rik tidak terlalu cakep, tapi tidak terlalu buruk. Sedang-sedanglah. Usia abang Rik 5 tahun lebih tua dariku. Tingginya yah, pokoknya secara fisik. Abang Rik sesuailah dengan yang aku harapkan. "Sesuai"lah dengan ku. Tapi, tidak sarjana itulah yang membuatku kehilangan sedikit "rasa".

Hubungan ini berjalan 2 malam (nyaris) dan 3 hari. Okelah, aku tidak ingin terlalu memusingkan hubungan ini, hubungan ini masih berumur seperti bayi merah yang baru dilahirkan. Tapi sejauh ini, aku nyaman berada dalam hubungan ini. Akhhirnya, aku bisa merasakan dan mendapatkan perlakuan yang "sopan" dari seorang lelaki. Aku punya status, beliau cukup mapan (tidak kere) dan sejauh ini (semoga tidak), bukan merupakan lelaki mesum. Dia berani datang ke rumahku (tapi akunya yang malu, baru berhubungan 2 malam 3 hari, aku yang belum siap untuk mengajak ke rumah, tetangga di sini "kepo", hahahaa).

Abang dek sayang. Dek sayang abang. Kita jalani saja dulu hubungan ini ya bang dek, dan kita nikmati setiap prosesnya. Dek sayang abang :*

Selasa, 25 Juni 2013

Cowo Kere atau Cowo Mesum

Cowo Mesum:
Bertambah lagi poin keilfeel-an aku dengan yang namanya pacaran. Ini seperti karma atas kelakuan kelamku. CS dan PS. Ketika dihadapi dengan cowo mesum yang bernama Wilong, sungguh membuatku ketakutan. Baru kenal pertama kali, sudah berani bilang "muach", "i love you". Ketika pertemuan kami pertama kalli, padahal aku lagi puasa, dengan ekspresi tanpa bersalah, memegang pahaku (tepatnya dilapisi jeans). Baru bertemu pertama kali, sudah berani pegang-pegang aku. Sejak awal aku tau bahwa Wilong itu orangnya seperti ini, wajahnya super mupeng. Tak selamanya "don't judge the book by that cover" itu salah, kadang tampilan mewakili sekitar 20% watak kita. Yah, dia memang mesum! Aku yang mengajak ke "taplau" atau pantai, karena aku sudah lama tidak nongkrong di taplau. Si otak mesum ini, memanfaatkan kesempatan dari keberbaiksangkaan ku ini. Dia mencari posisi yang agak sepi. Kursi pun ditempelkannya. Firasatku mulai tak enak.Yah, ketika duduk. Dia mulai melancarkan aksinya. Dengan entengnya memegang tangan kananku, mengenggamnya dengan erat, aku tidak terbiasa seperti ini dengan orang yang baru kenal satu hari (hari itu). Aku risih, aku mencoba melepaskan tangannya dari tanganku, semakin dia genggam erat, aku semakin meronta, akhirnya lepas juga. Dia tak berhenti di situ, sekarang tangan kanannya beraksi. Dia memengang kembali pahaku, aku risih. Aku lepaskan. Kemudian tangan kirinya memegang kepalaku, trus turun ke pundakku. Aku risih, aku lepaskan genggamannya di pundak kiriku dan meletakkan tangannya di besi payung itu. Dia berhenti untuk sementara waktu. Kemudian, keisengannya muncul lagi, dia memegang tangan kananku, dan mengencup punggung tanganku sebanyak 2 kali. Aku geli. Aku lepaskan tanganku secepatnya. Aku risih, aku kesal tapi sambil bercanda, supaya kesannya gak "sok muna kamu mah". Itu berlangsung selama 1 jam. Oia, sebelum pulang, dengan entengnya dia bilang "sayang dulu". Aku jawab, gak! Lalu, "cium haa", "aku gigit bibir kamu!" sambil dia mau memeluk ku, aku tak mau, aku menghindar sambil setengah teriak. Tapi benar-benar bikin aku takut. Bayangkan, baru kenal tadi, sudah berani seperti itu. Apalagi pada pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya, tidak ragu lagi. Dia pasti berani memegang daerah vitalku, sungguh cowo mesum!

Alasan mengapa aku mau bertemu dengan orang yang belum pernah aku kenal sebelumnya:
Sederhana. Aku mengira wilong ini adalah teman smpku. Wilong mengaku dia temen dari Sandra (cowo). Aku ke-GR-an, dalam fikiranku, wilong hanya nama samaran dari Sandra, aku berfikir Sandra mau mengasih kejutan. Yang kuharapkan, ketika muncul menjemputku di simpang rumahku itu, adalah beneran Sandra, bukan Wilong. Shit! Aku terlalu ke-GR-an. Ternyata yang datang beneran Wilong, si cowo mesum!
Aku tak mungkin balik kanan grak. Pasrah dah. Apes hari itu!

Hikmahnya:
Sudahkah membaca postingan aku sebelumnya, mengenai CS dan PS? Ini karma dari kelakuan negatifku itu. PS dan CS, walaupun tidak melakukan secara langsung, tetapi lebih parah (lebih mesum) daripada apa yang Wilong lakukan kepadaku.

Wilong! You"re totally mesum! I'm not a bitch, as crazy as you think! Baru juga traktir aku Rp 15rb, udah gitu sikap lo! Gak kebayang deh kalau gue minta traktir Rp 200rb, lu bakal ngelakuin apa ke GUe!
Dasar Anjing LO! 
Buat LO! Sandra, i will forget you, FOREVER! Sandra, Sukarif, kalian berdua SAMA DENGAN! Moga LO ngerasain apa yang GUE rasain! Fuck for you Guys!


Cowo Kere:
Hmm, pegi maen, pakai motor ku, isi bensin duitku, makan gorengan aku yang bayar. Tapi ini mending daripada aku digrepe2.


Gak cari cowo dah, cari LELAKI sholeh, mapan dan tampan! Gak minat pacaran ecek2, minat pacaran buat serius!